Berkebun di Rumah, Siapa Takut? Yuk Coba Caranya!

Berkebun di rumah, siapa takut? Dimulai dengan perlengkapan berkebun di rumah langsung tanam deh! 

Uma bagi pengalaman dan cara berkebun di halaman rumah. Psst, kini ibunya Uma juga ketagihan berkebun loh! Yuk simak!

Cara berkebun di rumah

1. Luangkan waktu kamu

Jelasnya, Sobat Uma mesti meluangkan waktu agar kegiatan tanam-menanamnya jadi lebih asyik. Nggak enak kan kalau waktunya sempit, menanamnya jadi grasak-grusuk? 

Nah dengan meluangkan waktu beberapa jam usai bekerja, kamu jadi lebih enjoy menikmatinya. Terlebih lagi, kalau kamu berkebun di rumah pada akhir pekan (Sabtu-Minggu). Nggak cuma mageran aja deh!

2. Siapkan perlengkapan berkebun di rumah

Perlu kamu ketahui, perlengkapan berkebun di rumah penting untuk diperhatikan. Perlengkapan berkebun di rumah apa aja yang perlu Sobat Uma siapkan? 

  • Sekop kecil.
  • Tanah kompos, pupuk kandang, humus, sekam bakar. Bila perlu, sertakan cocopeat untuk campuran tanahnya.
  • Pot. Ukuran dan jenis tergantung kebutuhan.
  • Penyiram bunga atau selang
  • Sarung tangan
  • Gunting tanaman
  • Cangkul

3. Pilih bibit tanaman

Sobat Uma sudah siap berkebun di rumah? Nah saatnya kamu pilih bibit tanaman terbaik. Sobat Uma mau menanam dari biji? Berikut cara memilihnya. 

  • Pastikan produsen biji berkualitas dan sudah menguji tingkat keberhasilan biji hingga berkecambah. Biasanya di kemasan, akan tertulis persentasenya. Misalnya daya kecambah biji kacang panjang 99%. 
  • Biji tidak dalam keadaan repack. Memang ada sih yang repack, tapi kondisi seperti ini membuat biji rentan terkontaminasi penyakit.
  • Biji bersih, tidak ada campuran kotoran atau tanah, serta tidak berubah warna.
  • Rendam biji. Jika tenggelam, maka daya kecambahnya tinggi. Perhatikan juga, cara seperti ini dilakukan untuk biji ukuran besar seperti kangkung, bunga matahari, oyong, dsb. 
  • Cek varietas bijinya. Kalau berasal dari varietas unggul, maka bisa meningkatkan produktivitas dan hasil yang baik. 

4. Tanam biji ke pot yang tersedia

Nah langkah berikutnya, tanam biji pilihan kamu ke pot yang sudah kamu sediakan. Pastikan tanahnya gembur, bebas hama (kaki seribu misalnya), dan siap tanam. 

Untuk biji-bijian berukuran besar, tekan sedikit bijinya hingga ke dalam. Kira-kira 1-2 cm, supaya ketika berkecambah, akar biji jadi lebih kuat dan nggak goyang. 

Sementara untuk biji-bijian berukuran kecil dan halus seperti pasir, cukup tebarkan secara merata. Oh iya Sobat Uma, jangan lupa tutup bagian atas biji dengan sedikit tanah. Biar nggak terbawa angin hehe. 

5. Tempatkan di area teduh dulu

Cara berkebun di halaman rumah yang mungkin Sobat Uma skip adalah menempatkan pot di area langsung terpapar matahari. Jadinya, si biji kecambah keburu layu deh 🙁 

Uma ketemu salah satu pos Instagram dari @tokokumara. Jadi, ada tipe-tipe kebutuhan bibit terhadap paparan sinar matahari beserta jenis tanamannya. Yuk ceki-ceki! 

  1. Full sun

Tipe ini membuat tanaman mendapat paparan sinar matahari langsung selama 6 jam lebih. Hm, lumayan lama ya. 

Tipe seperti ini cocok untuk tanaman yang sudah cukup besar, akar kuat, dan punya 4 helai daun atau lebih. Nggak bakal layu deh, kecuali kurang siram.

Misalnya: cabe, terong, okra, pandan, sereh wangi, tomat, kale, katuk, selada, kari, kangkung, singkong, pisang, kelor, timun, sereh, kacang-kacangan dan bunga-bungaan. 

  1. Partial sun

Kalau tipe ini, membuat tanaman mendapat paparan sinar  matahari secara langsung selama 3-6 jam aja. 

Apa aja nih tanamannya, Uma? Ada daun bawang, wortel, kemangi, kangkung (bisa juga loh), bayam, ubi, kentang, cincau, dan brokoli.

  1. Partial shade

Terakhir tipe partial shade. Tipe ini membuat tanaman kena sinar matahari selama 3-6 jam aja. Syaratnya, hanya matahari pagi dan di bawah naungan saat siang hari. Jadi, tanaman Sobat Uma nggak langsung terpapar matahari. 

Tanaman apa aja Uma? Ada mint, oregano, kencur, temulawak, jahe, kunyit, sirih hijau, lemon balm, pegagan, dsb. 

6. Usai berkebun di rumah? Tunggu 7-14 hari

Selama menunggu biji berkecambah, yuk coba alihkan dengan mengedukasi diri soal informasi cara berkebun di rumah. Btw, jadwalkan juga ya penyiramannya, yakni dua kali pada pagi dan sore hari. 

Terus, ngapain lagi nih Uma? Sobat Uma lanjutkan aja aktivitas hariannya. Amati kondisi tanaman kalau kamu jenuh sama kerjaan. Enjoy the moment, let them grow

Selamat mencoba berkebun di rumah ya, Sobat Uma!

Salam sapa dan ikuti terus kisah menanam itu menyembuhkan ala Kebun Rumahku di Instagram @kebun.rumahku. Follow, subscribe, komentar, dan dukung terus ya!

Bacaan lebih lanjut:

Menanam itu menyembuhkan.
Posts created 14

Yuk bagikan cerita atau komentar di sini. Komentarlah dengan santun ya!

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas
%d blogger menyukai ini: